Apakah Anda pernah atau sedang menjabat sebagai pengurus baru di koperasi? Bagaimana perasaan Anda? Bingung. tidak tahu apa yang harus dikerjakan atau tidak tahu harus memulai dari mana?
Perasaan itu lah yang dialami oleh Ibu Elisa. Beliau saat ini menjabat sebagai pengurus sekaligus pengelola baru di KSPPS Dadi Berkah Sejahtera. Perasaan tersebut beliau utarakan ketika kami PPKL Kota Semarang menyambanginya pada hari Kamis. 3 Desember 2020 dalam kegiatan pembinaan dan pendampingan koperasi.
Banyak saran dan masukan yang diminta dari kami untuk bisa menjawab kebingungan-kebingungan beliau.
Lalu apa saja yang bisa PPKL sampaikan untuk "menenangkan" beliau???
Yang pertama adalah belajar. Yah.... belajar menjadi agenda utama bagi pengurus baru. Apa saja yang perlu dipelajari? Dimulai dari peraturan internal koperasi. seperti AD. ART. Persus/SOP &SOM. Sambil diinventarisir kira-kira masih ada tidak perijinan yang belum dimiliki koperasi. Setelah itu baru peraturan eksternalnya. seperti UU. PP. Peraturan Menteri. dll.
Selanjutnya bisa mempelajari rencana strategis (renstra) koperasi. mulai dari visi. misi. tujuan. rencana kerja jangka panjang. rencana anggaran belanja. sampai strategi dalam mengelola usaha. Banyak koperasi yang belum memiliki renstra. Bahkan terkadang tidak tahu renstra itu apa. Nah.... apabila koperasi belum memiliki renstra. menjadi tugas pengurus baru lah untuk bisa menyusun renstra tersebut. Setidaknya membuat renstra untuk satu periode kepengurusanya. Apabila koperasi sudah memiliki renstra. maka kebijakan-kebijakan yang diambil secara otomatis akan mengarah pada pencapaian tujuan koperasi. Dan usaha yang sudah dibuat oleh pengurus sebelumnya akan terus terakumulasi.
Tak hanya itu. belajar kepada pengurus lama juga bisa menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan oleh pengurus baru. Selain membaca buku-buku. artikel. dll. Melakukan studi banding ke koperasi lain juga bisa dijadikan bahan referensi.
Intinya. belajar bisa kepada siapapun yang menurut kita mempunyai ilmu yang memang kita butuhkan. Dan jangan lupa tetap berkomunikasi dengan para penyuluh koperasi. karena mereka akan selalu siap untuk mendampingi koperasi.