Kab. Jepara (14/1) Pandemi covid – 19 memang menggemaskan membuat semua orang kerepotan serta menghambat aktifitas kehidupan sosial masyarakat. Termasuk aktifitas perkoperasian Koperasi Kelompok Tani Sri Waluyo.
Dampak covid sangat dirasakan anggota koperasi. Sepinya orderan membuat mereka tidak mampu membayar angsuran pinjaman di koperasi. Selama tahun 2020 pertemuan rutin koperasi cuma berjalan 6 kali. Sehingga membuat macetnya pendapatan koperasi. SHU pun menurun.
Koperasi Kelompok Tani Sri Waluyo merupakan salah satu KKT di Kabupaten Jepara yang masih aktif sampai sekarang. Dengan latar bekakang petani dan pengrajin kain tenun troso yang sudah tidak muda lagi. tidak menyurutkan mereka untuk melaksanakan pertemuan rutin setiap jumat wage.
Fakta tersebut diungkapkan saat PPKL Kabupaten Jepara mengadakan kunjungan kesana. Namun sangat mengejutkan ketika di sampai di rumah sekretaris koperasi malah langsung disodori bendle RAT (Rapat Anggota Tahunan).
Melihat bagaimana terseok – seok nya KTT Tani Waluyo melaksanakan aktifitas perkoperasian ditambah anggota yang sudah lanjut usia. Melaksanakan RAT online atau tertulis bukan suatu yang mudah. namun dapat terlaksana.
PPKL Kab. Jepara Dewi : “Lho pak. sudah RAT to?”
Pak Warsani :” Ya mb. Hari Jum'at kemarin. Maaf belum sempat laporan ke dinas. Sedang mengikuti anjuran pemerintah untuk melaksanakan 5M. Jadi saya tidak kemana mana.”
Selain melakukan monitoring dan pendampingan koperasi. PPKL Kab. Jepara Dewi juga ingin menyerahkan sertifikat NIK kepada KKT Sri Waluyo.
PPKL Kab. Jepara Dewi : Ya pak tidak apa apa. Ini prestasi koperasi. Karena KKT Sri waluyo adalah KKT pertama yang melaksanakan RAT tb 2020. Dan juga KKT pertama yang sudah terbit serrifikat NIK nya.
Ini pak sertifikat NIK nya.
Pak Warsani : ya mb. Nanti ta laminating biar awet.
Memang pandemic covid – 19 tidak bisa diprediksi kapan berakhirnya namun melihat semangat KKT Sri Waluyo berkoperasi. bisa menjadi salah satu inspirasi kita untuk tidak menyerah dalam berkoperasi. Semoga dengan adanya NIK semakin membuat pengurus tetap semangat menjalankan koperasi.