Orang bilang tanah kita tanah surga.
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman..
Begitu bangganya Koes Plus pada tanah air Indonesia. hingga tercipta lagu berjudul “Kolam Susu” . Lagu sarat pujian yang mengisahkan bahwa anak bangsa Indonesia cukup berbekal kail dan jala untuk bertahan hidup. Bahkan tongkat kayu yang ditancapkan ke tanah bisa tumbuh menjadi tanaman yang menghidupi. Kalimat tersebut seakan memiliki makna yang tersirat didalamnya. pasalnya jika demikian benar adanya tidak akan ada zona miskin di Indonesia. superti di Desa Petir. Kec. Purwanegara. Kab. Banjarnegara ini menjadi salah satu desa di Jawa Tengah yang masuk kedalam zona miskin ekstrem. yang sebenarnya memiliki banyak potensi alam yang dapat dimanfaatkan dan digali lebih seperti singkong.
Sebagai upaya percepatan penanganan kemiskinan. Dinkop UKM Prov. Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Juguran (Jagongan Usaha Golet limu lan Seduluran) dengan tema Pengembangan Produk Lokal Berbasis Inovasi Pedesaan dengan sasaran 50 Peserta yang terdata dalam data DTKS. Dengan menghadirkan praktisi dan narasumber yang berkompeten dibidangnya. salah satunya yaitu Supriyanto pemilik usaha sukses UD. Usaha Mandiri yang bergerak dibidang industri olahan tepung mocaf di Banjarnegara. Selain memberikan materi mengenai motivasi usaha. penjelasan mengenai pengolahan tepung mocaf secara terperinci. juga membuka luas kesempatan untuk masyarakat khususnya di Desa Petir sendiri untuk belajar dan melihat langsung proses pembuatan tepung mocaf. serta olahan singkong lain seperti keripik singkong. gula cair dari singkong. ke pabrik pengolahannya di Desa Gumiwang. Banjarnegara.
UD. Usaha Mandiri sendiri merupakan salah satu penerima fasilitas program Halal (reguler) dari Dinkop UKM Provinsi yang didampingi langsung oleh PLUT KUMKM Prov. Jawa Tengah pada tahun 2021. memiliki progress yang sangat cepat dan dapat menjadi percontohan bagi UMKM lain karena telah melakukan ekspor seperti ke Dubai dan memiliki kapasitas prodüksi mocaf sebesar 40 ton/bulan. “Saya berharap setelah mengikuti kegiatan Juguran ini masyarakat Desa Petir dapat memanfaatkan peluang (potensi lokal) dan lebih semangat melakukan inovasi perubahan yang lebih maju dan semoga tidak masuk lagi keda?am zona miskin ekstrem.” ujar Mas Supriyanto.