Koperasi dan PT memiliki kesamaan dalam bentuk badan usaha yaitu berbadan hukum. Namun koperasi sering kali dipandang sebelah mata dibandingkan dengan PT. Salah satu indikatornya adalah pengelolaan SDM nya. Semua proses pengelolaan SDM dalam sebuah PT seperti rekrutmen dilakukan dengan profesional. SDM yang dipilih merupakan orang-orang yang terpilih dan berkompeten. Pengelolaan SDM dalam Koperasi masih sering mendasarkan pada hubungan kekeluargaan atau kedekatan. Hal ini membuat sebagian Koperasi tidak bisa berkembang dan maju seperti halnya PT. Koperasi butuh ide-ide dan inovasi yang dapat diperoleh dari orang profesional yang berkompeten untuk membangun dan mengembangkan usaha koperasi.
Maka dari itu. Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah melalui Balai Pelatihan Koperasi UKM menyelenggarakan Pelatihan Sistem Pengendalian Internal dan Pelatihan Akuntansi bagi Koperasi Senin (29/3). Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 hari sampai dengan tanggal 1 April 2021 dan diikuti 50 peserta dari berbagai koperasi di Jawa Tengah. Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Bu Dra. Ema Rachmawati. M.Hum didampingi oleh Kepala Balatkop UKM dan Pejabat Struktural serta Narasumber.
Dalam sambutannya. Bu Ema menyampaikan bahwa dalam AD-ART koperasi harus membatasi periode kepengurusan sebanyak 2 x. agar koperasi menjadi ideal dan sehat dalam segi kelembagaan maupun usaha. Pengurus dan pengelola maksimal harus menyiapkan dan mengkreasikan proses regenerasi kepengurusan dengan baik. dari pendidikan dasar bagi anggota. mempersiapkan anggota menjadi pengurus koperasi. Sebagai salah satu contoh. ada koperasi yang pengurusnya sejak tahun 1973 tidak berganti. sehingga kemandirian koperasi tidak ada dan membentuk dinasi kepengurusan koperasi yag dikuasi oleh 1 kelompok. Proses pemilihan pengurus yang terlalu kaku dan berdasarkan dinasti membuat seorang pengurus dipilih bukan berdasarkan kemampuan. Hal ini membuat koperasi menjadi tidak sehat. Jauhkan pemikiran bahwa koperasi milik salah satu golongan. koperasi adalah milik bersama seluruh anggota. koperasi harus berani menyiapkan regenerasi. Koperasi bisa jadi maju secara usaha tetapi dari sisi kelembangaan tidak sehat dan bisa menjadi bom waktu di masa depan jika tidak ada proses regenerasi pengurus.
Di era Society 5.0 sekarang yang merupakan solusi bagi era industry 4.0. Koperasi harus mengenal dan menggunakan IT dalam bekerja. Koperasi harus siap dengan akuntabiltas dan keterbukaan publik. sehingga dengan IT akan membantu untuk mencapai tujuan tersebut. Contoh. dengan penggunaan IT. bisa membentuk kerjasama / keagenan dari anggota koperasi untuk pembayaran PPOB. Penggunaan IT membuat transaksi keuangan koperasi pun dapat diketahui secara real time dan dapat dimonitor oleh pengurus. sehingga tidak ada lagi kecurangan dalam pengelolaan dana koperasi.