Slawi. 24 Januari 2024 - SMA N 1 Slawi aktif dalam mendukung pelaksanaan penyelenggaraan sekolah berintegritas di provinsi Jawa Tengah dengan menyelenggarakan sosialisasi perkoperasian pada tanggal 24 Januari 2024. Acara ini diikuti oleh 30 peserta siswa/siswi dan guru sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kinerja pelayanan publik satuan pendidikan di Jawa Tengah.
Sosialisasi perkoperasian di sekolah menjadi salah satu fokus utama dalam mendukung indikator tata kelola sekolah berintegritas. Koperasi sekolah dianggap sebagai entitas yang signifikan dalam memengaruhi integritas dan tata kelola institusi pendidikan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih berkualitas.
Mohamad Sophal Jamil. sebagai Fasilitator menyampaikan penyuluhan seputar pentingnya koperasi sekolah. tata kelola. dan dampaknya terhadap integritas pendidikan. Diskusi interaktif juga memungkinkan peserta untuk berbagi pengalaman dan ide terkait pengembangan koperasi di lingkungan sekolah.
Selain itu. kegiatan ini juga melibatkan pendampingan bagi koperasi sekolah yang belum memiliki badan hukum. Fasilitator memberikan panduan dan bimbingan untuk proses pendirian badan hukum koperasi guna memastikan kelancaran operasional dan keberlanjutan usaha.
Pendampingan juga dilakukan terhadap koperasi sekolah yang belum mengurus ijin usaha simpan pinjam. Langkah ini diambil untuk memberikan pemahaman dan arahan kepada pengurus koperasi agar dapat memenuhi persyaratan hukum dan administratif yang diperlukan.
Kepala Sekolah SMA N 1 Slawi. Sunarni. MPd menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta dalam sosialisasi perkoperasian. "Ini adalah langkah penting dalam membangun tata kelola sekolah berintegritas. Dengan memiliki koperasi yang sehat dan berbadan hukum. kami yakin sekolah akan semakin mampu memberikan pelayanan yang baik kepada seluruh warga sekolah." ungkapnya.
Sosialisasi perkoperasian di SMA N 1 Slawi diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman tentang pentingnya koperasi dalam konteks pendidikan. tetapi juga mendorong tindakan nyata untuk meningkatkan kualitas tata kelola sekolah.