Cilacap – Komoditas kakao merupakan komoditas prospektif bernilai ekonomis tinggi dengan permintaan pasar yang semakin meningkat. Produksi biji kakao Indonesia secara signifikan terus meningkat. namun mutu yang dihasilkan masih rendah dan beragam. Produksi kakao di Jawa Tengah saat ini baru hanya mencapai kisaran 2.000 ton per tahun. Melihat permasalahan rendahnya tingkat produksi kakao di Jawa Tengah. Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto membentuk komitmen bersama dalam pengembangan demplot usaha terpadu sektor kakao di Kab. Cilacap.
Menindaklanjuti komitmen ini. KPw BI Purwokerto bersama Dinas Koperasi dan UKM Jateng melaksanakan pelatihan intensif budidaya kakao sebagai langkah awal dalam pengembangan demplot yang dilaksanakan pada tanggal tanggal 3 s/d 4 Oktober 2023. di desa Gandrungmanggu Kab. Cilacap. Turut hadir dalam kegiatan ini Dinas Perkebunan Jawa Tengah. Dinas Perindagkop dan UKM kab. Cilacap. Dinas Pertanian kab. Cilacap. Coffee and Cocoa Training Center ( CCTC) Surakarta. Komisi E DPRD Kab. Cilacap. dan PT. Inti Gravfarm.
Mursidi selaku Wakil Direktur Perwakilan BI Purwokerto mengatakan Kabupaten Cilacap merupakan penghasil kakao fermentasi terbanyak yang ada di Jawa Tengah. Di Kab. Cilacap khususnya Desa Gandrumanis Kec. Gandrumangu sendiri mampu memproduksi kakao fermentasi 1 ton per bulan. dengan adanya program demplot 5 tahun mendatang diharapkan bisa memproduksi sampai 5 ton biji kakao fermentasi. “Kami juga telah menunjuk Akademisi Coffee and Cocoa Training Center ( CCTC) Surakarta. Prof Sri Mulato sebagai pendamping program pengembangan demplot sektor kakao ini.” Ujarnya.