Wonosobo. 6 Februari 2025-Dalam upaya memperkuat peran BMT yang berdaya saing. PBMTI menegaskan bahwa tranparansi dan kepatuhan menjadi dua pilar utama dalam penguatan anggota. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Perhimpunan BMT Indonesia yang digelar di Kantor Sekretariat BMT Al Huda. Wonosobo.
Ketua Umum Perhimpunan BMT Indonesia. Widi Mulyanta menyatakan bahwa transparansi dalam pengelolaan keuangan dan operasional BMT merupakan kunci untuk membangun kepercayaan masyarakat. "Tanpa transparansi. mustahil BMT bisa tumbuh dan berkembang. Masyarakat harus yakin bahwa dana yang mereka titipkan dikelola dengan baik dan sesuai dengan prinsip syariah." ujarnya.
Selain transparansi. Widi Mulyanta juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi dan prinsip syariah. " Kepatuhan bukan hanya tentang memenuhi aturan. tetapi juga tentang menjaga integritas dan kehalalan setiap transaksi. ini adalah fondasi yang harus dijaga oleh setiap BMT."tambahnya.
Rakernas kali ini juga menghadirkan perwakilan dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah yang dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Eddy S. Bramiyanto. S.E..M.M. Dalam sambutannya Kepala Dinas menyoroti pentingnya Laporan Keuangan. Beliau menyampaikan agar laporan Keuangan dari Koperasi dibuat dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan Standar Laporan Keuangan Koperasi.
Dalam kesempatan yang sama. Perhimpunan BMT Indonesia meresmikan Badan Pendamping BMT wilayah Jawa Tengah. Pendamping ini berfungsi sebagai tempat untuk konsultasi bagi anggota BMT agar dapat lebih berkembang lebih baik lagi ataupun bagi BMT yang sedang mengalami masalah. Diharapkan dengan pembentukan Pendamping ini. anggota BMT mempunyai solusi dari untuk berkembang ataupun menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi.