Semarang – Provinsi Jawa Tengah menjadi lokus evaluasi dari Kementerian Koperasi dan UKM RI dalam rangka mengukur hasil dan dampak program Inkubator Bisnis yang telah dijalankan pada tahun sebelumnya. Fokus kegiatan ini adalah untuk memahami sejauh mana program inkubator telah berperan dalam meningkatkan kapasitas bisnis startup di Jawa Tengah.
Acara bertajuk FGD Survey Dampak Program ini dilaksanakan pada Sabtu. 21 September 2024. di Holiday Inn Express. Semarang. Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Deputi Kewirausahaan. Ir. Bastian. MBA. dan dihadiri oleh Dwi Silo Raharjo. Kepala Balatkop UKM Provinsi Jawa Tengah. serta Prof. Dr. Isti Hidayah. MPd. Ketua Inkubator Unit Bisnis LPPM UNNES. Selain itu. acara juga dihadiri oleh tim surveyor dari Kata Data Insight Center Jakarta. bersama 20 tenant inkubator bisnis yang telah tergabung dalam program sejak 2023.
Diskusi ini mengupas tuntas hasil survei terkait dampak peningkatan kapasitas startup. Dari diskusi yang berlangsung. terungkap bahwa program Inkubator Bisnis telah berjalan efektif dalam mendampingi startup melalui berbagai tantangan. Program ini juga berhasil memfasilitasi kolaborasi dan memberikan solusi terhadap permasalahan bisnis yang dihadapi oleh para pelaku startup. sehingga usaha mereka semakin berkembang pesat.
Salah satu kesimpulan penting dari FGD ini adalah bahwa peran Inkubator Bisnis di Jawa Tengah sangat signifikan dalam mendorong pertumbuhan dan eksistensi startup. Selain itu. program ini juga memberikan strategi penting bagi pengembangan UMKM. sehingga mampu membuka peluang bisnis baru yang relevan dengan ekosistem usaha lokal di Jawa Tengah.
Diharapkan. melalui program inkubasi yang berkelanjutan. startup di Jawa Tengah dapat terus tumbuh dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah. sekaligus menjadi contoh sukses pengembangan UMKM di Indonesia.
#StartupJawaTengah #InkubatorBisnis #FGDSemarang #UMKMJawaTengah #KemenkopUKM #BisnisStartup #InovasiBisnis #PengembanganUMKM