Surakarta - Ketertarikan Margono pada seni tradisional wayang tumbuh karena latar belakang keluarganya. Orang tua dan nenek moyangnya adalah dalang sekaligus pengrajin wayang. Ia lulus dari Institut Seni Indonesia Surakarta (2007) jurusan Pedalangan. Pendidikan formal semakin memperkaya pengetahuan dan keterampilannya dalam dunia wayang. Dengan bekal pengalaman dan warisan budaya yang kuat. Margono mendirikan Sanggar Wayang Gogon. sebuah tempat yang didedikasikan untuk melestarikan dan mengembangkan seni wayang.
Saat ini. Sanggar Wayang Gogon telah memiliki 4 cabang yang terletak di Solo Raya. Produksi wayang per bulan mencapai 1000 buah. sedangkan produksi souvenir lebih dari 10.000 buah. Dengan omzet mencapai Rp25.000.000 per bulan. ia mampu memberikan lapangan kerja bagi 30 orang.
Produk-produk sanggar ini juga telah dipasarkan hingga ke Amerika. Malaysia. dan Thailand. Tidak hanya memproduksi wayang kulit dan souvenir. Sanggar Wayang Gogon juga menyediakan pelatihan seni tari. pedalangan. dan karawitan. Melalui pelatihan-pelatihan ini. Margono berkomitmen untuk menjaga agar warisan budaya ini tetap lestari dan relevan di era modern.
Berita
Wayang. Warisan yang Tak Lekang
09 Jul 2024
Layanan Masyarakat
Super Admin