Ketika berbicara tentang Lasem maka orang akan berpikir tentang apa sih?
Yaa.. pasti orang akan berpikir tentang batik.
Rabu (14/10) Dinas Koperasi UKM Jateng melalui Balai Pelatihan Koperasi UKM Jateng menyelenggarakan Pelatihan Batik Lanjutan yang diikuti oleh 25 orang peserta yang berasal dari Kab. Rembang. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ibu Dra. Ema Rachmawati. M.Hum Kepala Dinas Koperasi UKM Jateng yang didampingi oleh Kepala Balatkop dan Kasi Penyelenggara beserta narasumber.
Dalam sambutannya. Bu Ema ingin mengangkat pengrajin batik Kab. Rembang.
Kenapa Rembang? Bersama DISPERINDAGKOPUKM Kab. Rembang akan menjadikan Lasem sebagai pusat fashion di Rembang. Karena di Lasem batiknya bagus tetapi tidak bisa mengikuti permintaan pasar yang ingin membeli batik jadi. tidak hanya kain. Untuk mengikuti tren dan permintaan pasar. untuk itu para pembatik diajarkan tekstil desain. bagaimana membuat desain batik yang akan dihasilkan baju batik seperti apa sehingga kedepan bisa membuat desain batik sesuai keinginan fashion desainer. Beliau mewajibkan peserta untuk membuat 4 tekstil desain dengan tema geometris.
Produk batik tidak hanya menghasilkan baju. kelak akan ada tas batik sehingga pembatik juga harus menyiapkan batik sesuai kebutuhan desainer tas. Begitu pula sepatu batik yang harus menyesuaikan keinginan desainernya.
Stola batik sebagai oleh2 juga harus dikembangkan pengrajin batik. pembatik harus bisa membatik di kain khusus yg digunakan untuk stola.
Dengan tetap melaksanakan 3M Protokol Kesehatan : Menggunakan masker. Mencuci tangan dengan sabun. dan Menjaga jarak diharapkan peserta dapat menjaga kesehatan selama pelatihan 10 hari di Balatkop UKM Jateng.