Banyak koperasi yang terkena lockdown lokal. Inpres tentang protokol kesehatan dan sangsi bagi yg melanggar. Hidup dalam new normal. bukan benar2 normal seperti dulu. Kita hidup normal. tp sekeliling kita ada penyakit/virus. Kita harus hidup dengan kebiasan2 baru. norma2 baru. budaya baru. aturan baru. Masker harus selalu dipakai. handsanitzer dll. kita menjaga diri kita. keluarga. teman kita. orang lain. Jangan sampai orang lain sakit karena perilaku kita.
Itulah pesan dari Bu Ema Rachmawati Kepala Dinkop UKM Jateng pada saat pembukaan pelatihan 2 angkatan di Balatkop hari ini. 11 Agustus 2020.
Pelatihan kali ini adalah Pelatihan Bisnis Ritel yang diikuti oleh 30 orang peserta dari Koperasi se Kab. Blora dan Pelatihan Juru Buku bagi KSP/USP berbasis kompetensi yang diikuti oleh 30 orang dari berbagai koperasi di Kab. Banjarnegara. Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 hari sampai dgn tgl 14 Agustus 2020.
Dalam penjelasan Bu Kadis. sebagai contoh Ritel. Koperasi Sidogiri memiliki 5 unit usaha yg menggurita. mereka menjual produk2 sendiri seperti minyak. air minum. makanan snack yang merupakan hasil sendiri dan masyarakat sekitar. Mereka sudah menerapkan digitalisasi dgn aseet 5 triliun dengan omset lebih dari 5 triliun.
Berawal dari pak ustadz yang mengumpulkan masyarakat sekitar. jika membuka toko apakah mau membeli? kita tidak punya modal. apakah masyarakat sekitar mau menanamkan modal?setelah berkembang. mereka tidak menjual barang2 yg dijual toko retail modern. Saat ini mereka sudah memiliki 160 toko. dengan manajemen yang sudah modern. dikelola secara digital. Koperasi harus mampu memberdayakan produk masyarakat sekitar. koperasi juga mendampingi UKM sampai kemasan yang bagus. Anggota koperasi juga menerima manfaat dlm pendampingan dan membina serta mendidik anggota UKM agar menjadi besar.
Digitalisasi koperasi harus segera mulai diterapkan. pencatatan manual masih sering dipakai sehingga tidak akuntabel dan real time. Laporan keuangan merupakan hak anggota utk mengetahui kondisi keuangan koperasi. Sering terjadi kebocoran dana simpanan karena adanya jeda pelaporan akhir hari dan awal hari. ini merupakan celah yang dpt dimanfaatkan oknum2 koperasi utk mencari keuntungan pribadi.
Harapannya. kedepan koperasi menjadi tulang punggung. Hasil pertemuan menkopukm dengan presiden. agar meningkatkan alokasi bantuan untuk LPDB sehingga tidak ada lagi bansos dan hibah kpd ukm. Jika ukm menginginkan bantuan harus bergabung menjadi anggota koperasi. Koperasi bisa menjadi chanelling untuk bantuan2 yang disalurkan pemerintah.
__________
#kemenkopukm
#diskopukmjateng
#balatkopjateng
#heterospace
#koperasikeren
#motivation
#jatenggayeng
#provjateng
#ganjarpranowo